 | Selamat Datang ''Welcome'' | |
selamat datang di FeBrIzAl SiTe. di sini anda bisa menikmati hidangan saya berupa perkembangan terkini tentang dunia islam dll. mohon maaf atas kekurangan jamuan saya.saran dan kritik membangun saya tunggu...ingat hanya yg membangun. semoga ini ada manfaat bagi kita semua.amin lembaga pengkajian islam dan pelatihan."menara ilmu". alamat emainya m_ilmu@yahoo.co.id lembaga pengkajian islam dan pelatihan."menara ilmu". alamat emainya m_ilmu@yahoo.co.id Oleh : Panji AdityaPembongkaran tempat maksiat yang dilakukan warga sudah sering terjadi. Seorang pelacur di cilegon banten kemarin menuduh aparat bersikap munafik. Tuduhan ini dilontarkan setelah aparat menghancurkan bangunan tempat ia mencari nafkah. Bahkan pelacur itu menyebutkan, banyak dari para aparat keamanan yang juga senang mampir dan main ketempat tersebut dan butuh pelayanan dari pelacur. Selain melalui aparat, aksi penghancuran juga sering dilakukan oleh oramas-ormas isalam.Namun seringkali jika umat islam yang bertindak, pihak aparat justru menyalahkan kita dengan alasan pengrusakan. Sebagai orang yang beragama, umat islam jika melihat kemungkaran pasti akan bertindak. Sering kali dalam tindakan tersebut, selalu mengajak aparat keamanan. Namun sering kali mereka menolak dikarenakan bukan bagian dari tugas mereka. Sebagai contoh, jika ada lahan kosong yang dijadikan tempat bilyard atau warung maksiat, biasanya warga setempat mengadu kepada pihak kepolisian. Jika mereka tidak mendapatkan tanggapan, biasanya warga melakukan dengan caranya sendiri, meskipun terkesan anarkis. Polisi sebagai penjaga keamanan seharusnya berintrospeksi terhadap masalah ini bukannya menyalahkan masyarakat yang mengambil tindakan . Padahal selama ini ada kesan pihak kepolisian tidak pernah menggubris laporan dan keberatan dari masyarakat. Kasus tempat peribadatan di daerah seroja bekasi bisa menjadi acuannya. Masyarakat disana sudah sering kali menyatakan keberatannya baik kepada pihak pemerintah ataupun aparat. Namun satu sama lain saling lempar tanggung jawab. Rasa bosan warga disana akhirnya diluapkan dengan cara penutupan paksa tempat tersebut. Tapi yang terjadi pemerintah justru menyalahkan umat islam karena berlaku anrakis dan tidak bersikap toleransi. Padahal warga disana sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Sebagai institusi yang memiliki kewenang untuk menegakkan keamanan seharusnya mereka ini berintrospeksi dan cepat tanggap.
Realitas yang ada menunjukan tempat – tempat maksiat tersebut selama ini dijadikan kepentingan oleh pihak – pihak tertentu. Bahkan tidak jarang para pemilik tempat maksiat tersebut harus menyetor kapada aparat keamanan. Harian media indonesia beberapa waktu lalu pernah mengupas adanya pemberian jatah kepada oknum aparat TNI maupun polisi dari sebuah diskotik. Oleh karena itu tempat – tempat semacam ini dijadikan ladang tambahan bagi mereka.
Ketidaksukaan warga terhadap tempat – tempat maksiat yang berujung kepada perusakan lalu terjadi penangkapan, seharusnya menjadikan aparat lebih bersikap antisipatif dari pada mengundang tokoh – tokoh masyarakat setelah pasca perusakan. Tindakan ini dapat kita katakan merupakan usaha yang sia-sia. Tindakan masyarakat yang melakukan pengrusakan itu sendiri , tidak dapat kita katakan salah 100 %. Karena boleh jadi aksi ini mereka lakukan karena terlambatnya aparat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Kalau memang mereka ini tidak akomodatif terhadap aspirasi masyarakat, seharusnya para pejabat ini bersikap legowo untuk mundur dari jabatannya karena gagal mendengarkan keinginan warga.
Jabatan dan wewenang yang mereka emban seharusnya menjadikan mereka sebagai pelayan masyarakat. Penyalahgunaan jabatan merupakan pengkhiatanan kepada umat. Para pejabat selama ini sudah mendapatkan gaji dan fasilitas dari negara yang diambil dari pajak rakyat. Pendapatan diluar gaji yang didapat secara haram, jelas- jelas menantang murka Allah SWT. Bahkan Bisnis ditempat maksiat, merupakan penodaan dan pelecehan terhadap Al Qur'an dan Sunnah Nabi SAW. Orang - orang yang mengembangkan bisnis dibidang maksiat, menunjukkan mereka tidak puas dengan pendapatan yang mereka dapat sehingga mereka bersikap tamak.
Menyalahkan umat sebagai pelakunya, menunjukan aparat tidak ingin disalahkan atasannya dan terkesan lempar tanggung jawab. Sebagai umat yang di salahkan, seharusnya kasus ini di buktikan melalui pengadilan untuk mengetahui siapa yang bersalah. Sebagai penegak hukum kita juga bertanya, apakah saat ini ada kejari yang tidak takut kepada kapolres atau penguasa setempat?.
Saat ini kita sudah masuk diera keterbukaan. Jika kita ingin menciptakan Good government, seharusnya semua pihak harus bersikap terbuka. Semua orang memilik kontrol yang sama untuk saling mengingatkan jika terjadi kemungkaran. Aparat keamanan baik Pemerintah, TNI Polri seharusnya tidak berfikir merekalah yang berhak menjaga keamanan. Aparat seringkali mengajak masyarakat jika sudah terjadi huru hara. Namun ketika masyarakat bertindak karena aparat di nilai tidak akomodatif, mereka menyalahkan kita.
Dalam institusi polisi terdapat bagian bina mitra masyarakat yang seharusnya menjadi humas bagi semua orang. Mereka inilah orang - orang yang seharusnya menyerap aspirasi masyarakat terkait ketertiban umum. Kita juga berharap agar dalam menjalankan tugasnya polisi tidak bersikap menunggu bola, melainkan menjemput bola. Dinegara barat, aparat polisi dalam menjalankan tugasnya tidak selalu berada dikantor melainkan turun kejalan dengan menggunakan sepeda, jalan kaki atau naik kuda untuk mengingatkan warganya yang akan berbuat salah.
Kita berharap kedepannya aparat tidak selalu menunggu orang salah terlebih dahulu, melainkan proaktif jika melihat ada gejala yang dianggap dapat memicu konflik di masyarakat. Bukannya setelah ada kejadian baru menangkap orang – orang yang selama ini merasa kesal karena laporan mereka tidak pernah di tanggapi.
* Penulis adalah penyiar radio dakta 107 FM
Hacker Israel Berusaha Rusak Situs Presiden Iran
Situs pribadi Presiden Iran, Ahmadinejad berusaha dirusak para hacker Israel dengan cara beramai-ramai mengaksesnya biar macet, demikian dikurip sebuah koran Yahudi
Hidayatullah.com—Koran milik Yahudi, Yedioth Ahronoth melaporkan, pada hari Ahad lalu, situs orang penting Iran ini telah berusaha dirusak oleh hacker Israel. Caranya, Hacker dari negeri Yahudi itu mengajak pembaca untuk ikut berpartisipasi ramai-ramai berkunjung situsnya agar macet.
Sebagaimana diketahui, Televisi Iran, Ahad lalu mengumumkan peluncuran blog Ahmadinejad yang beralamat di www.ahmadinejad.ir. Media Iran itu juga mendorong publik agar mengirim pesan tertulis kepada presiden lewat blog nya.
Situs orang penting Iran ini diterjemahkan dalam banyak bahasa. Diantaranya; bahasa Persia, Inggris dan Arab. Dalam waktu dekat, kabarnya juga akan diterjemahkan dalam bahasa Perancis.
Ahmadinejad, yang tahun lalu memenangkan pemilu Iran. Sejak awal, ia merupakan pemimpin yang paling dihalang-halangi Amerika karena dianggap tidak pro Barat.
Dalam situsnya, Ahmadinejad sempat menceritakan, pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini memohon kepada Ahmadinejad pada tahun 1960-an dan 1970-an ketika Ayatollah masih di pengasingan.
“Saya menjadi lebih familiar dengan pemikiran dan filosofinya, kasih sayang yang besar saya berikan untuk pemimpin spiritual ini dan perpisahan serta ketidakhadiran beliau bagi saya adalah hal yang amat berat,” tulis Ahmadinejad, dalam bahasa Inggris."
Presiden Iran ini biasa menggunakan blognya pada hari Jum’at. Dan lebih dari 2000 kata dalam bahasa Inggris, renungan tentang Revolusi Islam 1979 dan perang melawan Iraq tahun 1980-1988, ketika dia mengabdi pada Pengawal Revolusioner ditulisnya.
“Arogansi global memutuskan untuk mengalahkan Revolusi Islam Iran dalam segala hal,” kata Ahmadinejad. “Alasannya adalah mereka takut revolusi ini akan menjadi sebuah model dan jalan ideal bagi negara-negara lain di wilayahnya dan di dunia.”
Ia juga menulis soal Israel. Katanya, Meskipun Israel dikenal sebagai penerima bantuan militer Amerika nomor satu di dunia, termasuk misil nuklir, Israel selalu dongkol dengan terdapatnya fakta bahwa Suriah dan Iran mampu memberikan dukungan kepada gerakan perlawanan Hizbullah, dengan mengirimkan teknologi misil dan personil militer.
Para blogger Israel mengklaim bahwa situs Ahmadinejad, merupakan sebuah gerakan yang luar biasa, yang dilakukan oleh seorang presiden yang konservatif, yang menyebabkan ribuan orang Israel mengakses situs ini secara serempak. Tujuannya, tak lain untuk merusaknya dan macet.
Ahmadenejad dianggap sebagai salah satu pemimpin di dunia Islam yang cukup berani dan paling dibenci Yahudi. Ia pernah mengeluarkan kata-kata pedas bagi Yahudi pada 26 Oktober 2005 dimana dia meminta agar Israel dihapus dari peta dunia. [iol/kar/cha] source : www.hidayatullah.com
Link: http://save-palestine.blogspot.comini adalah blog tentang negeri kebanggaan kita semua. dan kita semua umat islam bertanggung jawab atas negeri ini.inilah blog negeri PALESTINA yg dikelola oleh mas eko adi prasetyo. semoga allah membalas antum dengan balasan yang berlipat ganda dan semoga antum dipertemukan dengan para penjaga al aqso. amiiiin Ketua MPR: "Penundaan Eksekusi Tibo Kesankan Pemerintah Tak Taat Hukum"
Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nurwahid mengingatkan pemerintah untuk mengedepankan pendekatan hukum dalam menyelesaikan eksekusi mati terhadap Tibo agar rakyat tidak menilai melanggar hukum
Hidayatullah.com--Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengingatkan pemerintah untuk mengedepankan pendekatan hukum dalam menyelesaikan eksekusi mati terhadap Tibo dan kawan-kawan (dkk), sebab jika eksekusi itu ditunda-tunda, pemerintah akan dinilai tidak mentaati hukum.
"Ini bukan masalah Tibo atau siapa pun, tapi masalahnya adalah pemerintah berkewajiban melaksanakan hukuman yang sudah ditetapkan melalui mekanisme hukum yang terbuka, transparan, adil dan sesuai dengan mekanisme yang ada," kata Hidayat kepada wartawan di sela-sela pembukaan kejuaraan Bulutangkis MRP Cup di Gedung Bulutangkis Asia-Afrika, Jakarta, Senin.
Menjawab pertanyaan tentang tertundanya eksekusi terhadap Tibo dkk karena adanya intervensi dari luar negeri, Hidayat mengatakan Wapres Jusuf Kalla telah mengakui adanya surat dari pihak Vatikan yang meminta untuk menunda eksekusi Tibo dkk.
"Ada atau tidaknya intervensi, saya kira itu tergantung dari komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum. Saya kira, ini ujian bagi pemerintah dalam komitmennya untuk menghadirkan negara yang berdaulat dari sisi hukum," kata Hidayat.
Namun Hidayat sudah mendengar dari pemerintah bahwa eksekusi terhadap Tibo dkk hanya penundaan saja. Itu berarti pemerintah tidak membatalkan keputusan pengadilan yang sudah ada. "Saya kira pemerintah harus memberi contoh terbaik dalam penegakan hukum terhadap siapapun yang bersalah, apakah itu terkait masalah terorisme, konflik, korupsi, narkoba dan sebagainya," katanya.
Anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin mengkhawatirkan, kalau eksekusi terhadap Tibo dkk terus ditunda-tunda, apalagi kalau penundaan itu karena intervensi dari kelompok tertentu. Hal itu bisa menimbulkan konflik-konflik baru yang bersentuhan dengan SARA.
Wakil Ketua Fraksi BPD itu mengingatkan, Indonesia negara yang berdaulat sehingga semua keputusan pengadilan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Karena itu, pemerintah harus tegas dalam melaksanakan keputusan pengadilan dalam kasus Tibo dkk.
Pemerintah jangan takut ditekan meskipun ada kekuatan luar negeri yang melakukan intervensi. Kalau sekali takut, selamanya akan dikebiri. "Saya khawatir, kalau eksekusi terhadap Tibo dkk ini terus ditunda-tunda, kelompok-kelompok yang lain juga bisa menekan agar tidak dieksekusi," katanya.
Anggota Komisi I DPR lainnya, Slamet Effendy Yusuf mengatakan, eksekusi mati terhadap Tibo dkk adalah murni persoalan penegakan hukum dan sebagaimana diketahui bersama, hukuman mati di Indonesia masih diberlakukan.
Ia menjelaskan, yang dijatuhi hukuman mati itu orang perorang, bukan agamanya. "Sebagai contoh, Amrozi dijatuhi hukuman mati bukan karena Islam, begitu pula Tibo dkk dijatuhi hukuman mati bukan karena Katolik. Tindakannyalah yang dijatuhi hukuman mati," kata Slamet.
Menurut Slamet, pemerintah --dalam hal ini eksekutornya-- harus bertindak adil dan tegas. Kalau tidak tegas, malah akan menimbulkan pertanyaan. Eksekusi mati terhadap Tibo dkk bukan karena adanya desakan atau tekanan pihak tertentu, tetapi semata-mata karena keputusan pengadilan. [ant] www.hidatullah.com
Pemimpin Yahudi Salahkan Bush
Kelompok lobi Yahudi di Washington, AIPAC menyalahkan Presiden AS, George W Bush yang ikut menyeret PM Israel, Ehud Olmet menyerang Libanon
Hidayatullah.com--Kelompom Yahudi berpengaruh, AIPAC ikut mempersalahkan Presiden AS, George W Bush telah menyeret PM Israel pada jalan yang salah, yakni menyerang Libanon. Sebelumnya serangan ke Libanon berlangsung, Presiden George Bush, dikabarkan telah bertemu secara khusus dengan PM Israel Ehud Olmertd pada 23 Mei di Gedung Putih, untuk membahas seranga, demikian menurut sumber dekat pemimpin Israel.
Kala itu Bush menegaskan dukungan untuk menyerang Libanon dan Palestina, yang hari ini telah menyebabkan korban lebih dari 1000 warga, kebanyakan wanita dan anak-anak di kedua Negara.
Sama seperti Bush, Olmert kurang pengalaman perang secara langsung. Namun kedua pemimpin ini berharap bahwa penggunaan kekuatan militer ofensif terhadap pejuang Hizbullah mampu menghancurkan gudang senjata Hizbullah guna mengakhiri pengaruh kelompok ini di Libanon. Selain itu, tujuan serangan untuk mengirim sebuah pesan penting pada Iran dan Suriah, yang dipandang oleh Presiden AS sebagai sebuah ancaman riil bagi kepentingan AS di Timur-Tengah.
Beberapa sumber mengatakan, Bush tidak hanya mendorong Israel untuk menyerang Libanon, namun juga mendesak Israel melakukan hal yang sama pada Suriah, namun PM Israel menolak untuk melakukannya.
Beberapa pejabat Israel menganggap ide Presiden AS menyerang Suriah adalah tindakan bodoh.
Jerussalem Post menulis artikel pada 30 Juli 2006, mengomentari rencana jahat Presiden Bush dan ambisinya termasuk perluasan menyerang Suriah.“Para pejabat militer Israel mengatakan pada Jerussalem Post minggu lalu bahwa mereka menerima tanda-tanda dari AS bahwa Amerika akan tertarik melihat Israel menyerang Suriah,” tulis Jerussalem Post.
Olmert memang menolak saran Presiden Bush untuk menyerang Suriah, namun dia setuju menggunakan kekuatan ekstensif (secara luas) untuk melawan Hizbullah agar Iran sebagai pendukungnya merasa gentar. Di sisi lain, Israel juga berharap agar ada upaya global yang bertujuan mengakhiri pengembangan program nuklir Iran, serta Suriah juga memanfaatkan pasukan AS di Iraq.
Para pejabat Israel itu menyalahkan Presiden Bush karena telah menyeret Olmert dalam perang di Libanon. Sebagaian besar surat kabar Yahudi bahkan dipenuhi keluhan dan protes dari tentara Israel. Misalnya tak adanya baju pelindung, tentara yang lain mengatakan peralatan mereka inferior dan tidak layak untuk perang.
Hal paling keras yang menyulitkan tentara Israel adalah perlawanan yang amat dahsyat dari para pejuang Hizbullah yang menggunakan perangkap berupa bahan peledak serta serangan mendadak. Hal ini mengakibatkan kehancuran tidak terduga di kalangan tentara Israel.
Para komandan militer senior mengirim Letnan Jenderal Dan Halutz, yang memimpin para staf, mengkritik kegagalan rencana pemerintah dalam serangan ini sehingga menyebabkan banyak chaos, ungkap Channel 2.
Nahum Barnea, seorang reporter yang sempat berangkat ke Libanon Selatan membandingkan medan tempur di desa tersebut dengan “kartun terkenal Tom dan Jerry”, yang menggambarkan tentara Israel sedang bermain peran sebagai Tom si kucing dan para pejuang Hizbullah sebagai Jerry si tikus. “ Di setiap konflik antara mereka (Tom dan Jerry), Jerry selalu menang,” tulis Barnea.
Surat kabar terkemuka Israel sebenarnya meminta pengunduran diri Olmert.
“Jika Olmert menjauh sekarang dari perang yang dia gagas sendiri, dia tidak akan bisa menjadi PM meski hanya sehari,” tulis Haaretz dalam analisis di halaman utama surat kabarnya.
“Anda tidak bisa memimpin seluruh bangsa untuk berperang dengan menjanjikan kejayaan, menghasilkan kekalahan yang memalukan dan menghabiskan tenaga.
Sebuah koran milik Yahudi, Washington Post, 12 Agustus 2006 mengkritik pedas keputusan Olmert menyerang Libanon yang akhirnya tak banyak kemenangan. Katanya, “Anda tidak bisa mengubur 120 orang Israel di pemakanam, menjaga jutaan orang Israel dalam perlindungan selama sebulan lalu berkata, ‘Oops, saya telah melakukan satu kesalahan.”
Munculnya kemarahan internasional, karena dipicu oleh banayknya korban dari pihak warga sipil Libanon sebagai akibat dari bombardir Israel yang tidak pandang bulu dan penggunaan kekuatan militer yang gila-gilaan. Ini kemudian mendesak Washington agar menghentikan perlawanannya dan meminta gencatan senjata.
Berbicara di peternakannya yang luas di Texas, Presiden Bush mengatakan bahwa “Tampaknya makin kelihatan bahwa Israel tidak akan bisa menggapai kemenangan militer, sebuah realitas yang mendorong Amerika untuk menggagas gencatan senjata,” tulis New York Times mengutip perkataan Presiden Amerika. [kar/cha, berbagai sumber] www.hidayatullah.com
Kedisiplinan Hizbullah sanggup Tandingi Mesin Militer
Seorang wartawan ternama Amerika, Robert Fisk memuji kehebatan para pejuang Hizbullah dalam melawan pasukan Zionis-Israel. Menurutnya, mereka sanggup menandingi mesin-mesin militer
Oleh: Robert Fisk *)
Jeritan dan raungan datang dari Israel akibat serangan massal yang dilancarkan ke Sungai Litani, dari segala arah. Namun hari ini jeritan serta raungan akibat serangan massal yang dilakukan oleh Hizbullah, yang disebut teroris oleh sekutu Amerika dalam agenda “war on terror” itu agak sedikit berkurang.
Sebuah kolom dalam media Israel, Armour, isinya menjilat orang-orang Kristen Libanon yang tinggal di Marjayoun. Kota ini sebagian besar dihuni oleh orang-orang Libanon yang merupakan kaki tangan Israel yang pernah menduduki wilayah itu dari tahun 1978 sampai 2000. Saat ini Israel menyisir Khiam,sebuah desa yang kosong (depopulated), dan mendapati bahwa gerilyawan Hizbullah menolak untuk menyerah.
Israel putus asa akibat kehilangan 15 tentaranya yang terbunuh di wilayah perbatasan yang terletak di Libanon Selatan. Padahal para tentara yang mati tersebut tengah mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam. Semua ini memberikan bukti bahwa tentara Israel sangat rapuh dan lemah. Oleh sebab itu maka Israel Defence Force (Pasukan Pertahanan Israel) mengumumkan bahwa merekam memutuskan untuk meluaskan operasi militernya ke Beirut.
Auww, kita semua ketika membaca tulisan ini maka pasti akan mengantisipasi kematian warga sipil Libanon. Dan kita berlaku demikian tidak tanpa bukti. Keputusan Israel tertuang dalam dokumen, sebuah makalah yang disebarkan kepada orang-orang yang sedang berbelanja dan para pekerja kantoran, dan saya sendiri, di alun-alun Riad Solh.
Namun dokumen itu ditarik kembali oleh Israel sebab roket-roket Hizbullah terus menggempur Israel dan karena “statement para pemimpin Israel” kemarin malamnya. Pada Selasa malam, Sayed Hasan Nasrullah, pemimpin Hizbullah, mengatakan bahwa dia memiliki 350 missil dan menegaskan bahwa para pengikutnya telah menembakkan misil tersebut ke Israel lebih dari 48 jam lalu serta mendesak orang-orang Arab di Israel untuk segera meninggalkan Haifa.
Bisa dibilang, bahwa tentara Israel kalah melawan Hizbullah di selatan Libanon. Dalam jarak 2 kilometer dari perbatasannya, Israel kehilangan 15 tentara. Yang lainnya banyak yang terluka.Wilayah terjauh yang bisa dijangkau Israel paling-paling wilayah Khiam, sebuah tempat dikenal sebagai penjara Israel untuk menyiksa orang-orang LIbanon dari tahun 1978 hingga 2000. Wilayah itu Cuma 2 mil dari perbatasan dan mereka sedang berjuang melawan musuh yang lebih dahsyat dan disiplin dibanding tahun 1982, ketika Israel berhasil menyerbu Beirut.
Tentara Israel telah mneyeberangi perbatasan yang sama ketika mendapati musuh mereka, Hizbullah, siap untuk gugur di medan perang. Hizbullah merupakan musuh yang berbeda, sampai-sampai Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert menegaskan bahwa dia sedang melakukan agenda “war on terror” yang sama dengan Presiden Presiden Bush.
Hizbullah dikendalikan oleh oarng-orang yang selama 18 tahun berjuang memerangi Israel dan mereka belajar cara paling keras untuk memerangi Israel, yakni dengan meningkatkan jumlah persenjataan dan menerapkan disiplin yang kuat, bukan Cuma sekedar gembar-gemborkan retorika nasional. Sejak Israel mundur pada tahun 2000, mereka punya waktu 6 tahun untuk mengubur tempat-tempat rahasia (menyembunyikan bahan makanan untuk tentara) di bawah tanah. Tempat ini memiliki kerahasiaan yang sangat tinggi.
Sungguh menakjubkan, stasiun televisi Hizbullah, Al-Manar, masih mengudara. Kemarahan Israel atas inisiatif teknologi semacam inilah yang membuat Israel melakukan serangan gila-gilaan. Stasiun pemancar radio di Beirut barat dengan struktur bangunan milik Perancis tersebut dibangun oleh Perancis tahun 1930-an. Dan telah menjadi stasiun siaran ulang untuk Radio Perancis selama dan setelah rezim Vichy Perancis berkuasa namun runtuh sejak 1946. Kemarin, Israel menghujani 2 misil ke atas menara, sehingga membuktikan bahwa “war on terror”, di mana Israel bersikeras bahwa mereka adalah sekutu Israel- kembali ke era sebelum Israel eksis.
Dokumen yang dijatuhkan Israel dari udara beberapa waktu lalu isinya memerintahkan para Muslim Shiah di Hay al-Selloum, Beirut, Bourj al-Barajneh dan distrik-distrik di Syi'ah untuk meninggalkan rumah mereka secepat mungkin. Dengan kata lain, tentara Israel berharap dapat “membersihkan” setiap warga sipil keluar sejauh 12 mil antara bandara Beirut dan garis depan perang sipil orang-orang Kristen lama di Galerie Semaan.
Dokumen jahat ini berakhir dengan sebuah ancaman-yang meruntuhkan seluruh aturan Konvensi Jenewa-bahwa “setiap perluasan yang dilakukan oleh militer Hizbullah akan mengarah pada kekerasan dan respon yang kuat serta respon yang menyakitkan tidak terbatas hanya pada kejahatan yang dilakukan oleh gengnya Hassan.”
Jadi apa yang dimaksud dengan kalimat “tidak terbatas” ? Ini artinya warga sipil-lah yang akan menanggung akibatnya --sekarang ini di Beirut-- seperti yang telah mereka alami pada pembantaian oleh Israe lewat udara 3 minggu lalu?
www.hidayatullah.com *) Tulisan ini dipublikasikan the Independent pada tangga 11 Augustus 2006
| Start: | Jul 22, '06 9:00p | | Location: | kampus universitas islam 45 bekasi |
ini adalah sebuah acara off air radio dakta 107 FM bekasi. disajikan dalam bentuk pembahasan materi keislaman yang disampaikan langsung oleh penulis buku "membonsai islam". bertujuan untuk menambah wawasan atau tsaqofah islamiyah umat islam di bekasi pada khususnya dan umat islam dimanapun mereka berada pada umumnya, serta bentuk peran serta radio dakta dalam menyambut dan menyambung tali dakwah rasulullah saw. untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi ( 021-8807426, 8807427 ) dan 021-8816363 On Air atau arizall@plasa.com dan ketik di address bar anda rizall.multiply.com insya allah saya akan membantu anda
Link http://www.daktaradio.tripod.com/
| Start: | Jul 8, '06 | | End: | Jul 9, '06 | | Location: | perkebunan teh subang jawa barat |
pelatihan ini diadakan untuk menjalin tali silaturrahim antar sesama remaja, dan menambah pengetahuan keislaman kita kita remaja.:)  | HIKMAH | Jun 27, '06 4:54 AM for everyone |
"Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di
hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya. 1. Pemimpin yg adil, 2.
Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya, 3. Orang yg
hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid 4. Dua orang yg saling
mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai
kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia
berkata, 'Aku takut kepada Allah!', 6. Seorang yg memberi sedekah
tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg
diberikan oleh tangan kirinya dan 7. Seseorang yg mengingati Allah di
waktu sunyi sehingga mengalirkan air mata dr kedua matanya" (HR.
Bukhari & Muslim)
"Wanita Mulia", Mengantar 15 Anaknya dengan Modal Ikhlas
|
Jumat, 24 Maret 2006 - 15:02:29 WIB |
|
Sebagaimana namanya, ia ‘wanita mulia’. Ditinggal suaminya, ia
mendidik sendiri 15 anaknya sampai meraih sarjana. Tak pernah memukul
atau kata kasar. “Modalnya Ikhlas,” katanya
Wawancara: Hidayatullah.com--Jika
ukurannya gelar akademis, Mulia Kuruseng termasuk orang yang sukses
dalam mendidik anak. Janda beranak 15 ini berhasil mengantarkan
anak-anaknya menggapai gelar sarjana, ada yang profesor, doktor,
master, insinyur, dan letnan. Sejak tahun 1985, Mulia menjadi
single parent (orangtua tunggal) bagi 15 anaknya. “Saya berfungsi
sebagai ibu sekaligus bapak,” ungkapnya bersemangat. As’ad, sang suami,
meninggal pada Oktober 1985 akibat penyakit hipertensi dan jantung.
As’ad seorang pedagang kain, pakaian jadi, dan sarung Bugis di Pare
Pare (Sulawesi Selatan). Waktu itu, As’ad termasuk seorang pengusaha
yang sukses. Omset usahanya tiap bulan mencapai Rp 100 juta.
Mulia bukan seorang guru apalagi bergelar sarjana, tapi hanya tamatan
SD. As’ad pun cuma tamat SMA. “Saya menikah saat kelas II Muallimin,
saya hanya punya ijazah SD,” kenangnya. Bagaimana bisa ibu
rumah tangga ini sukses mengantar 15 anaknya meraih berbagai gelar
akademis? Wartawan Hidayatullah menyempatkan diri untuk
berbincang-bincang dengan nenek dari 24 cucu ini di kediamannya, Jl
Matahari No 20 Pare-Pare. Bagaimana perasaan Anda dalam membesarkan 15 anak sendirian?
Saya tidak pernah mengeluh. Saat itu saya tidak berpikir bagaimana
nanti. Saya nekad saja. Alhamdulillah, Allah selalu berikan saya rezeki
sedikit demi sedikit. Apa saja yang Anda lakukan?
Saya berusaha melanjutkan usaha Bapak. Kan Bapak punya kios, ada
barangnya. Dulu Bapak berhasil. Tetapi saat meninggal, semua piutang
tersendat. Saya sampaikan kepada anak-anak agar tetap
melanjutkan sekolah. Jangan ada yang berpikir putus sekolah. Kan masih
ada Tuhan. Alhamdulillah, itu semua terwujud. Waktu itu yang bungsu
berusia tiga tahun. Bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil waktu itu?
Kebetulan waktu itu anak yang kedua (Suryani) dan ketiga (Indriyati)
sudah menikah. Indriyati sebenarnya belum selesai kuliah, tapi dia
sudah menikah. Merekalah yang banyak membantu saya mengurus adik-adik.
Merekalah yang men-support adik-adiknya untuk maju sekolah. Apa yang paling Anda tekankan dalam mendidik anak-anak?
Prinsip saya mendidik anak-anak ada tiga hal, yaitu ikhlas, jujur, dan
sabar. Kejujuran saya tanamkan sejak mereka kecil, ini turunan dari
kakeknya. Kami dulu dididik untuk senantiasa jujur. Jika ada makanan di
meja, tidak ada yang langsung mau makan, harus dibagi dulu. Jika ada
uang di meja, mereka berteriak mencari siapa yang punya. Jadi, di rumah
ini tidak pernah terjadi kehilangan uang. Dengan 15 anak, untuk bersikap sabar tentu berat ya. Pernahkah Anda memukul atau mencubit mereka?
Saya tidak pernah memukul mereka. Contohnya, si bungsu pernah mogok
makan. Gara-garanya minta dibelikan sepeda motor karena temannya semua
sudah beli motor. Saya tidak marah. Saya hanya bersabar. Tiba-tiba
temannya yang punya motor tabrakan dan meninggal dunia. Saya sampaikan
kepada dia, “Saya sayang kamu Nak.” Apalagi memang saya tidak punya
uang. Saya selalu mengeluarkan bahasa-bahasa yang sopan.
Mereka tidak pernah dipukul, juga tidak pernah dibentak. Jika ada yang
salah, saya tegur saat dia lagi sendiri agar tidak tersinggung, di saat
adik atau kakaknya tidak ada. Jika ada yang mau saya tegur,
saya carikan waktu khusus. Karena jika anak nakal satu, bisa jadi nakal
semua. Saya selalu ingatkan dengan bahasa sopan. Anak-anak ini semua
(sambil menunjuk foto-foto mereka) tidak ada yang pernah kena cambuk. Kalau marah sama mereka, saya pergi wudhu kemudian shalat sunah. Nanti setelah tenang baru saya nasihati mereka. (Hasmi
As’ad (48), anak sulungnya, mengaku belum pernah merasakan kerasnya
tangan ibunya. “Saya kira adik-adik juga begitu,” kata dokter yang kini
menjadi Kepala Kesehatan Pertamina Wilayah Selatan. Kalau marah, katanya, sang ibu biasanya diam. “Baru beberapa saat kemudian Ibu bicara,” ujarnya.) Bagaimana menanamkan keikhlasan? Saya tidak pernah berpikir untuk mendapat gantinya, atau anak-anak membalas jasa-jasa saya. Tidak, saya betul-betul ikhlas.
Saya juga tekankan pada mereka untuk ikhlas dalam memberi. Jika saya
minta mereka membantu adik-adiknya, harus betul-betul ikhlas, jangan
dipaksakan. Saya bilang kepada yang punya istri, jangan bebani istrimu.
Jika tidak setuju, jangan dilakukan. Tetapi justru menantu-menantu yang
paling dulu memberi. Mereka bilang, “Kami ikhlas.” (Keluarga
ini punya kebiasaan saling membantu, bila saudaranya yang lain
memerlukan dana. Contonya saat Sumarni (anak ke-14) mau beli mobil,
Mulia menghubungi anak-anaknya yang lain. Akhirnya mereka patungan, ada
yang memberi Rp 5 juta, Rp 10 juta, sehingga terkumpul 70 juta untuk
beli mobil). Dalam hal ibadah, bagaimana Anda mendidik anak-anak?
Saya tidak pernah menyuruh mereka untuk shalat, tetapi saya harus
mencontohkannya. Saya dulu yang kerjakan, baru kemudian saya suruh
mereka. Kita tidak bisa suruh anak-anak sebelum kita mencontohkannya.
Untuk kesehariannya, saya melarang anak-anak memasukkan urusan-urusan
di luar ke dalam rumah, termasuk juga dalam berbahasa. Bahasa yang
tidak dipakai di rumah dilarang masuk ke dalam rumah. Bahasa di luar
dipakai di luar saja, tidak boleh masuk ke dalam rumah. Dalam
hal ruhani, kebetulan saya bertetangga dengan KH Abdul Pa’baja (ulama
besar di Pare Pare). Beliau juga yang banyak membantu menanamkan
nilai-nilai moral pada anak-anak. Di sinilah terbentuknya fondasi
anak-anak. Semua anak Anda bergelar sarjana, apakah memang ditekankan soal ilmu?
Oh, tidak. Saya cuma tekankan bahwa siapa yang tidak sekolah ayo bantu
ibu. Akhirnya mereka semua mau sekolah. Saya juga buat persaingan di
antara mereka. Saya tidak pernah secara langsung menekankan mereka
untuk sekolah, saya hanya buat persaingan. Siapa yang rangking I akan
lebih tinggi hadiahnya daripada yang rangking II. Jadi, mereka terus
berlomba. Mereka rata-rata rangking satu, dan SD-nya lima tahun. Saya tidak pernah menyogok, baik ketika anak-anak sekolah ataupun mencari pekerjaan.
Rezeki itu datangnya dari Allah, tidak perlu disogok. Insya Allah, di
rumah ini bersih. Untuk bekerja, anak-anak bilang, “Saya tidak usah
bekerja jika harus menyogok.” Mengapa tidak berpikir untuk menikah lagi?
Wah, siapa yang mau mengurus anak sebanyak ini? He…he…. Yang jelas
sejak suami meninggal, saya berjanji untuk melanjutkan perjuangannya
dengan menyekolahkan anak-anak. Bahkan saya pernah bersumpah untuk itu,
saat suami saya di rawat di rumah sakit. Apa aktivitas Anda sekarang?
Saya di rumah saja, kadang ke pasar jaga toko, itu pun tidak serius.
Saya hanya duduk, berdzikir, dan mengaji. Jika di toko, saya kadang
menghabiskan dua juz dari pagi hingga Dhuhur.* (Sarmadani, Makasar/hidayatullah.com)
***
Nama-nama anak Hj Mulia Kuruseng: 1. Dr Hasmi As’ad (48), alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin (Unhas), saat ini menjadi Kepala Kesehatan Pertamina Wilayah Sulawesi. 2. Prof DR dr Hj Suryani As’ad, MSc, SpGK (46), profesor muda di Fakultas Kedokteran Unhas. 3. Dr Indriyati As’ad (44), MM. Dokter umum di LNG Bontang (Kalimantan Timur), meraih gelar master dari Universitas Mulawarman, Samarinda. 4. Dr Imran As’ad, SpD (42), dokter spesialis penyakit dalam alumnus Unhas, bertugas di Luwuk. 5. Ir Siswana As’ad (40), bekerja di Kantor Poleko Group, Makassar. 6. Ir Solihin As’ad, MT (39), sedang melanjutkan S-3 di Austria. 7. Wahidin As’ad (37), drop-out Fakultas Ekonomi Unhas, pengusaha sukses di Makassar. 8. Ir Suriasni As’ad (37), arsitek dari Unhas, kontraktor. 9. Ir Nurrahman As’ad, MT (34), alumnus ITB, dosen di Universitas Islam Bandung (Unisba). 10. Ir Rahmat Hidayat, MS (33), master dari ITB, kini sedang menempuh studi doktor di Jepang. 11. Ir Jabbar Ali As’ad (31), dosen Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Baramuli Kabupaten Pinrang. 12. Munir Wahyudi, SE, Ak, MM (29), magister dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, dosen beberapa perguruan tinggi di Bandung. 13. Ir Muhammad Arif As’ad, MM (27), alumnus Fakultas Teknik UGM, gelar masternya dari ITB, saat ini bekerja pada PT Indika Entertaimen Jakarta. 14. Sumarni Aryani As’ad, SKed (26), alumnus Fakultas Kedokteran Unhas. 15. Letda Kurnia Gunadi (24), alumnus Akademi Angkatan Laut, Surabaya. 
disarikan dari hidayatullah.com |
Mengapa bintang-bintang dalam berbagai macam galaksi tidak pernah berbenturan? padahal begitu banyak jumlahnya. ketahuilah, semua itu terjadi karena keteraturan. dengan keteraturan alampun menjadi indah. subhanalah. bandingkan dengan orang-orang yg berkata tidak teratur, yang pola hidupnya tidak teratur, dan makanpun tidak teratur. semuanya akan menjadi masalah. keindahan hanyalah milik oang-orang yg berusaha memiliki kehidupan yang teratur. agama membuat hidup kita teratur dalam aturan yang benar dan bermanfaat.maka, jika kita hidup tidak beragama, hidup jauh dari agama, hanya akan membuat jauh dari keteraturan. itulah yg akan merusak tatanan kehidupan kita. membuat merosot nilai kehidupan kita, dan semakin jauh dari keindahan. hidup yang teratur dijalan allah, itulah yg memperindah hidup kita. allah swt berfirman dalam surat 2 : 58, yang artinya "bulan ramadhan yg diturunkan padanya al qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas dari petunjuk dan pembeda antar yg haq dan bathil | Start: | Jun 23, '06 9:00a | | End: | Jun 25, '06 12:00a | | Location: | di wisma radio dakta 107 FM bekasi |
kajian ini merupakan kajian rutin radio dakta yang dilakukan setiap sekali dalam sebulan. pada kajian kali ini radio menghadirkan narasumber bapak MS Ka'ban ( mentri kehutanan RI )
| |